7 Hal Tentang Apa Itu Rapid Test Antigen

  • November 10, 2021

Media sosial dipenuhi dengan topik rapid test antigen. Para warganet yang terdiri dari berbagai kalangan hingga semua media online memperbincangkan kalimat satu itu. Pasalnya rapid test antigen sendiri sangat berhubungan erat dengan kehidupan di era pandemi COVID-19.

Rapid test antigen ditetapkan sebagai salah satu persyaratan perjalanan, serta sebagai metode untuk mendeteksi virus corona yang aktif pada seseorang. Tes ini juga turut digemari karena sejumlah keunggulannya.

Berikut ada 5 hal tentang apa itu rapid test antigen yang dapat Anda ketahui.

  1. Rapid test antigen adalah tes COVID-19 paling umum 

Apa itu rapid test antigen? Rapid test antigen adalah tes cepat yang tergolong dalam tes skrining untuk mencari protein pada permukaan virus untuk memastikan keberadaan patogen. Dalam pemeriksaan COVID-19, tes ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus SARS-CoV-2, dan menyiratkan infeksi virus saat ini.

Bersama dengan tes PCR, rapid tes antigen merupakan tes COVID-19 paling umum yang banyak digunakan di berbagai negara tak terkecuali di Indonesia. 

  1. Pengambilan sampel dengan usap nasofaring

Teknik pengambilan sampel rapid test antigen sama dengan tes PCR. Sampelnya berupa lendir dari bagian belakang hidung (nasofaring) atau tenggorokan, dan diambil dengan sebuah alat berbentuk cotton bud kecil panjang yang dimasukkan ke bagian belakang hidung atau tenggorokan Anda. 

  1. Dikatakan rapid (cepat) karna hasil pemeriksaan dapat cepat diketahui

Rapid test antigen adalah tes cepat yang bekerja dengan mencampur sampel dengan larutan yang melepaskan protein virus tertentu. Kombinasi atau campuran itu kemudian diterapkan pada strip kertas yang berisi antibodi yang dioptimalkan untuk mengikat protein. Bentuknya seperti tes kehamilan di rumah, di mana hasilnya tercermin dalam sebuah pita pada strip kertas.

Prosesnya tidak memerlukan lab, dan hasilnya dapat keluar dalam waktu hingga 30 menit. Inilah salah satu alasan mengapa rapid test antigen banyak digemari sebagai pemeriksaan COVID-19 terlebih bagi mereka yang hendak bepergian.

  1. Sensitivitas dan keakuratan tidak sempurna 

Memang rapid test antigen membutuhkan waktu yang sedikit untuk mengetahui hasilnya. Tapi, keakuratannya dan sensitivitasnya pun tidak sempurna. Profesor Jon Deeks, seorang ahli biostatistik dan pengujian di University of Birmingham, Inggris, memberikan pendapatnya seperti dikutip dari European Commission, bahwa sensitivitas dan spesifisitas adalah dua ukuran yang digunakan untuk menentukan kredibilitas suatu tes. 

Seberapa baik tes itu mendeteksi penyakit, dan seberapa baik tes itu mendeteksi tidak adanya penyakit adalah ukuran untuk mengetahui kredibilitas atau kegunaan tes tersebut. Sensitivitas didefinikan sebagai jumlah atau proporsi pasien yang benar-benar terpapar COVID-19 dinyatakan positif oleh hasil tes.

Sedangkan, spesifisitas adalah proporsi pasien tanpa infeksi atau tidak terpapar COVID-19 yang diidentifikasi dengan benar oleh tes dengan negatif. Dalam rapid test antigen ini, sensitivitas dan spesifisitas masih belum maksimal atau sempurna.

Tes ini bisa saja menghasilkan hasil negatif palsu atau positif palsu, maka itu perlu dilakukan pemeriksaan ulang, salah satunya dirujuk untuk melakukan tes PCR untuk mengetahui secara pasti. Tapi rapid test antigen memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibanding dengan tes antibodi dalam mendeteksi apakah ada infeksi virus saat ini. 

  1. Manfaat rapid test antigen

Rapid test antigen sendiri digunakan secara internasional untuk menyaring orang-orang yang memiliki COVID-19 tanpa gejala. Di Indonesia, tes ini sebagai salah satu metode testing dan tracing, yaitu bagian dalam proses pelacakan kontak, penegakan diagnosis, dan skrining COVID-19 dalam kondisi tertentu alias memudahkan dalam Testing dan Tracing.

Tes ini juga menjadi syarat perjalanan bagi masyarakat di era pandemik khususnya di saat ini yang menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Rapid test antigen hanya berlaku 1×24 jam atau sehari sebelum keberangkatan. 

  1. Siapa yang dapat melakukan rapid test antigen

Semua orang segala usia dapat melakukan rapid test antigen sebagai tes untuk mengetahui apakah diri mereka terpapar COVID-19. Rapid test antigen terkhusus juga dapat dilakukan bagi mereka yang memiliki gejala COVID-19.

Anda bisa melakukan rapid test antigen di laboratorium klinik terdekat yang menyediakan layanan ini, atau secara drive thru maupun home service tergantung pada ketersediaan di fasilitas kesehatan yang dituju. 

Tes ini dilakukan oleh ahli kesehatan karena merekalah yang mengetahui dan memahami karakteristik kinerja tes dan teknik analisis sampel untuk menghasilkan pemeriksaan yang benar, terlepas itu berpotensi memberikan hasil palsu. Jika hasil tersebut diduga palsu maka penyedia layanan akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes tambahan atau tes PCR.

Pada karyawan, rapid test antigen direkomendasikan untuk dilakukan pengujian setiap 72 jam sekali atau 2-3 kali per minggu, bahkan jika dimungkinkan setiap hari. Tapi tentu akan banyak hal yang berpengaruh jika hal tersebut dilakukan.

  1. Harga rapid test antigen

Harga rapid test antigen sendiri bisa berbeda-beda antara satu laboratorium klinik atau rumah sakit dan lainnya. Mereka mungkin menyediakan paket tertentu atau layanan tertentu yang membuat harga semakin bervariatif.

Harga rapid test antigen kini tidak semahal saat awal pandemi, kini harganya kurang dari Rp100.000, beberapa laboratorium klinik seperti Kimia Farma dan Vinca Wellnes mengadakan promo rapid test antigen dengan harga Rp85.000. 

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Kesehatan pada September lalu telah memperbarui tarif maksimal biaya tes antigen. Perbaharuan tarif maksimal rapid test antigen sendiri tertuang dalam SE Nomor: HK.02.02/I/3065/2021.

Dalam Surat Edaran tersebut, dikatakan bahwa biaya rapid test antigen paling tinggi adalah sebesar Rp99.000 untuk Jawa-Bali, dan Rp109.000 untuk di luar Jawa-Bali. 

Ketujuh hal atau poin di atas dapat menjawab pertanyaan apa itu rapid test antigen. Pada intinya rapid test antigen adalah salah satu metode untuk mendeteksi infeksi virus corona dalam tubuh yang sedang aktif tapi tidak seakurat metode PCR. 

Harga rapid test antigen pun kini sudah menurun drastis, dan tidak ada salahnya Anda mencoba untuk melakukan pemeriksaan terlebih jika gejala COVID-19 terjadi. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun Anda berada.

Dapatkan lebih banyak informasi tentang apa itu rapid test antigen di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store. 

Dzakwan

E-mail : admin@evilinsides.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*