Cara Pemberian Obat Paratenza yang Tepat Kepada Buah Hati

  • June 10, 2021

Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan Ayah dan Bunda. Ketika sang buah hati demam, orangtua baru mungkin akan panik dan mencari segala cara agar kondisi si kecil membaik. 

Paratenza Sirup adalah obat yang berkhasiat untuk menurunkan demam serta mengatasi batuk dan pilek pada anak. Sayangnya masih banyak orang tua yang belum memahami cara penggunaan obat dan dosis yang tepat. 

Kandungan obat Paratenza Sirup

Paratenza Sirup mengandung komposisi aktif sebagai berikut:

  • Paracetamol 250 mg
  • Dekstrometorfan HBr 7,5 mg
  • Pseudoefedrin HCl 15 mg 
  • Klorfeniramin maleat (CTM) 1 mg/5 ml

Paracetamol bekerja sebagai zat penurun demam (antipiretik) dan pereda nyeri (analgetik) untuk meringankan nyeri akibat flu. 

Pseudoephedrin HCl sebagai dekongestan untuk mengatasi pilek, sementara dekstrometorfan HBr membantu meredakan batuk kering, dan CTM untuk meredakan reaksi alergi seperti bersin-bersin sekaligus sebagai dekongestan. 

Paratenza juga dapat digunakan untuk mengobati batuk tidak berdahak dan kondisi diantaranya:

  • Alergi serbuk bunga
  • Tenggorokan gatal
  • Syok anafilaktik
  • Rinitis
  • Uritakaria

Bolehkah bayi diberikan Paratenza?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration atau FDA) menyarankan untuk tidak memberi anak di bawah usia dua tahun obat batuk atau pilek OTC (obat yang dijual bebas di pasaran). 

Sementara itu American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan obat flu yang dijual bebas untuk anak di bawah usia 4 tahun. 

Hal ini dikarenakan kebanyakan obat batuk, termasuk untuk anak-anak, mengandung kategori obat yang tidak dianjurkan diantaranya:

  1. Ekspektoran batuk

Guaifenesin dan aspirin merupakan dua bahan yang banyak terkandung dalam obat batuk. Aspirin tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak karena dikaitkan dengan sindrom Reye, kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan pada otak dan hati.  

  1. Acetaminophen

Acetaminophen termasuk dalam golongan obat antipiretik dan analgesik. Penggunaan secara berlebih atau dosis tinggi dapat menyebabkan racun bagi hati.

  1. Antihistamin 

Antihistamin, seperti chlorpheniramine, brompheniramine, dan diphenhydramine dapat menyebabkan rasa kantuk serta agitasi dan halusinasi. 

Obat-obatan lain yang tidak aman bagi bayi dan anak-anak yaitu obat penekan batuk dekstrometorfan dan dekongestan seperti pseudoefedrin dan fenilefrin. 

Namun Paratenza Sirup diklaim aman digunakan untuk anak berusia 2 tahun hingga diatas 12 tahun dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 2-5 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali sehari, sebaiknya diminum setelah makan
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali sehari, sebaiknya diminum setelah makan
  • Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali sehari, sebaiknya diminum setelah makan 

Efek samping obat

Paratanza sirup dapat menyebabkan efek samping seperti kantuk, gangguan pencernaan, insomnia, dan gelisah. 

Temui dokter jika anak Anda memperlihatkan gejala efek samping serius, antara lain:

  • Sesak dada
  • Kelemahan otot
  • Dering di telinga
  • Penglihatan kabur
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Perubahan nafsu makan
  • Ruam kulit
  • Mual dan muntah

Catatan

Hanyak karena obat batuk atau pilek tersedia tanpa resep bukan berarti anak digunakan dalam segala situasi. Paratenza Sirup sendiri merupakan obat bebas terbatas sehingga penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau sesuai anjuran dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. 

Untuk mengatasi demam pada bayi dan anak-anak, Anda bisa melakukan cara alami seperti mencukupi kebutuhan cairannya dengan memberikan ASI pada bayi, dan air mineral atau susu formula bagi anak di atas 6 bulan.

Dzakwan

E-mail : admin@evilinsides.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*