Penyebab Rambut Rontok Setelah Melahirkan

  • November 12, 2021

Selama hamil, seorang wanita mengalami perubahan hormone yang drastis. Perubahan hormone ini terjadi guna mendukung tumbuh kembang bayi selama masa kehamilan. Peningkatan hormon estrogen selama kehamilan justru membuat rambut tumbuh lebat dan jarang terjadi kerontokan. Namun, setelah melahirkan beberapa kadar hormone akan mengalami penurunan dengan cepat, termasuk hormone estrogen. Penurunan hormone estrogen ke tingkat normal ini dapat menyebabkan wanita mengalami rambut rontok setelah melahirkan

Hormon memiliki peranan penting dalam pertumbuhan folikel rambut. Oleh karena itu, hormone memiliki peranan dalam perubahan rambut selama masa kehamilan dan pasca melahirkan. Selama kehamilan, kadar estrogen yang tinggi membuat rambut kuat dan jarang mengalami kerontokan. Selain itu, tingginya kadar estrogen juga mempengaruhi peningkatan volume dan sirkulasi darah yang menyebabkan rambut Anda rontok lebih sedikit dari biasanya. 

Ketika sudah melahirkan, kadar hormon Anda akan kembali ke tingkat normal sebelum kehamilan. Penurunan hormone estrogen ini kemudian memicu rambut Anda untuk kembali ke siklus pertumbuhan, istirahat, dan rontok. Nah setelah melahirkan, sebagian besar rambut Anda akan segera memulai fase istirahat. Lalu, beberapa bulan kemudian, setelah mengalami fase istirahat rambut akan mulai mengalami kerontokan beberapa minggu kemudian.

Rambut rontok pada wanita setelah melahirkan akan terlihat selang beberapa bulan pasca melahirkan. Kerontokan mungkin akan lebih banyak dari biasanya dan dalam sehari bisa mencapai 100 helai yang rontok. Kondisi ini dinamakan Telogen effluvium, yang berarti kerontokan yang berlebihan. Dalam suatu kasus, wanita pasca melahirkan yang mengalami telogen effluvium akan mengalami kerontokan hingga 3 kali lipat dari biasanya. 

Meskipun Anda mengalami kerontokan rambut yang cukup banyak, namun kondisi ini masih dikatakan normal. Karena kerontokan rambut yang meningkat setelah melahirkan bukanlah tanda bahwa Anda kehilangan rambut secara permanen. Anda akan mengalami masa kerontokan selama kurang lebih 1- 12 bulan pasca melahirkan dan akan mengalami puncak kerontokan pada bulan ke 4-6 bulan. 

Setelah bayi Anda berumur 12 bulan, Anda mungkin mengharapkan rambut Anda akan tumbuh normal kembali. Rambut yang rontok setelah melahirkan biasanya akan tumbuh kembali seiring waktu. Anda akan memiliki banyak rambut baru yang jauh lebih pendek daripada rambut Anda yang lain. Hal ini merupakan untaian rambut baru yang tumbuh, dan merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan rambut pascamelahirkan.

Anda tidak dapat mencegah rambut rontok setelah melahirkan. Meskipun begitu, kondisi ini merupakan bagian normal dari pemulihan dari kehamilan. Tidak ada perawatan untuk menghentikan telogen effluvium atau untuk mempercepat pertumbuhan rambut baru. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Karena kandungan pada makanan yang sehat  dapat membantu rambut tumbuh setelah fase kerontokan berakhir.

Selama proses pertumbuhan rambut, Anda dapat menggunakan produk atau teknik penataan rambut untuk meningkatkan penampilan rambut Anda. Gunakan produk volumizing, karena dapat membuat rambut Anda tampak lebih penuh. Potongan baru atau warna baru juga dapat meningkatkan penampilan rambut Anda.  Hindari penggunaan hairdryer dan pengeriting rambut karena akan membuat rambut Anda terlihat tipis. 

Jika rambut Anda terus mengalami penipisan bahkan setelah 18 bulan melahirkan, segera konsultasikan kepada dokter untuk mengetahui masalah yang terjadi. Anda mungkin memiliki masalah kesehatan lain yang menyebabkan kerontokan rambut, seperti anemia atau kondisi tiroid.

Pemulihan rambut rontok setelah melahirkan dapat Anda atasi dengan beberapa cara berikut yaitu mengubah pola hidup sehat, makan makanan yang bergizi, konsumsi suplemen vitamin, dan gunakan produk perawatan rambut yang mendukung pertumbuhan rambut Anda.

Yang Dirasakan Ibu Saat Janin 30 Minggu

Yang Dirasakan Ibu Saat Janin 30 Minggu

  • November 4, 2021

Ketika janin 30 minggu atau dalam fase tujuh bulan usia kehamilan, maka si buah hati sudah mulai mengalami banyak perkembangan. Adapun perkembangan tersebut menyasar untuk semua aspek, mulai dari penglihatan, berat badan, panjang, bentuk otak, sampai pergerakan kepala yang mulai turun ke bawah rahim. 

Seiring dengan berkembangnya si buah hati, ibu hamil yang memasuki fase tujuh bulan juga ikut merasakan adanya berbagai perbedaan. Secara umum, yang paling sering dirasakan ibu hamil saat janin 30 minggu adalah rasa mudah lelah. Kondisi tersebut bisa dialami para ibu hamil karena saat kandungan tujuh bulan berat badan juga mengalami kenaikan. 

Di samping itu, rasa mudah lelah dapat dialami ketika janin 30 minggu karena tubuh ibu hamil memproduksi banyak hormon yang bisa menyebabkan persendian jadi melonggar. Selain itu, hal yang dirasakan ibu hamil saat usia kandungan tujuh bulan adalah munculnya tanda awal masa kehamilan karena perubahan hormon. 

Tanda-tanda awal masa kehamilan yang dimaksud bisa berupa sembelit, kembung, payudara melunak, merasa ada sensasi panas pada bagian dada, sampai rasa ingin terus buang air kecil. Bahkan, saat usia kandungan tujuh bulan, beberapa sumber mengatakan ibu hamil menjadi sulit menahan buang air kecil. 

Tidak bisa menahan buang air kecil ini mungkin saja bisa dialami karena adanya perkembangan pada janin 30 minggu. Dugaan ini tidak lepas dari sumber yang menyarankan saat usia kehamilan tujuh bulan, ibu hamil diminta untuk menjaga asupan air mineral, di samping makanan yang kaya akan karbohidrat dan protein.

Adapun hal lain yang bisa dialami ibu hamil saat janin 30 minggu adalah kesulitan untuk tidur. Pasalnya, ada beberapa sumber yang menyatakan saat usia kehamilan sudah 30 pekan, ibu hamil dilaporkan bisa mengalami susah tidur atau insomnia. Di sisi lain, dalam fase hamil 30 minggu, ibu hamil juga bisa merasakan rasa nyeri di bagian punggungnya.

Lebih lanjut, perubahan pada ibu hamil 30 pekan ialah kemungkinan terjadinya perubahan suasana hati secara drastis. Di samping itu, stretch mark pada kulit di sekitar bawah perut juga sudah mulai muncul. Meski demikian, ibu hamil yang kandungannya telah 30 pekan sudah harus mempersiapkan proses melahirkan. 

Pasalnya, ketika janin 30 minggu, banyak yang kasih saran kalau ibu hamil sebaiknya sudah menjalani senam kegel. Tujuan senam tersebut tentunya untuk membantu dalam proses melahirkan nanti. Di sisi lain, peran dari pasangan anda selama fase ini juga tak kalah penting. Sebab, jalinan antara ayah dan anak sudah mulai dapat dibangun saat usia kandungan tujuh bulan. Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan terus memegang perut pasangannya untuk merasakan janin yang mulai bisa bergerak. 

Dari penjelasan di atas, kita telah ketahui bersama apa saja yang mungkin dialami ibu hamil saat janin sudah 30 minggu. Meskipun terkesan tidak enak, tapi kondisi itu memang sesuatu yang wajar dialami. Oleh karena itu, jika anda merasakan nyeri, misalnya di punggung, maka jangan pernah sungkan untuk meminta pasangan anda melakukan pijatan ringan atau sekedar mengelus. 

Lepas dari itu, yang penting ialah anda tetap menjaga kesehatan sebagaimana telah disebutkan di atas, yakni menjaga asupan air mineral dan makanan ringan yang kaya protein dan karbohidrat. 

Akhir kata, semoga artikel singkat mengenai yang dapat dirasakan ibu hamil saat janin 30 minggu bisa bermanfaat. Namun demikian, anda tetap disarankan untuk bertanya langsung kepada dokter kandungan perihal efek dari perkembangan janin 30 minggu. Besar harapan anda dan si buah hati selalu dalam keadaan sehat.

Penyebab Susah Hamil pada Wanita: Endometriosis Hingga Faktor Usia

Penyebab Susah Hamil pada Wanita: Endometriosis Hingga Faktor Usia

  • October 22, 2021

Pasangan yang baru menikah tentu saja ingin segera memiliki keturunan dalam keluarga kecilnya. Namun terkadang ada beberapa pasangan begitu sulit mendapatkannya. Entah apa yang menjadikannya susah hamil. Penyebab susah hamil bukan hanya terkait kesuburan saja namun terkadang ada beragam kondisi lain yang perlu kamu ketahui. Penyebabnya terkadang dari kebiasaan keseharian maupun kondisi tubuh wanita itu sendiri.

Apabila kita menyadarinya pasti ada sejumlah hal yang menjadi gejalanya. Dimana gejala itu bakalan dirasakan oleh seorang wanita sampai harus mengganggu beragam aktivitasnya. 

Jika kamu mengalami permasalahan susah hamil. Alangkah baiknya segera melakukan konsultasi dengan dokter supaya nantinya memperoleh informasi yang akurat hingga memperoleh penanganan tepat.

Penyebab susah hamil yang terjadi pada wanita

Pasangan suami istri ada kalanya mengalami permasalahan sulit memiliki momongan. Entah itu karena permasalahan berada pada pihak pria ataukah wanita. Tak jarang kita menemui sudah menikah begitu lama namun belum juga hamil. Berbagai macam langkah cara pun sudah ditempuh tetapi belum juga membuahkan hasil.

Dari sini kita bakalan membahas mengenai penyebab susah hamil. Melalui pembahasan ini nantinya kamu bakalan mengerti apa saja yang membuat seorang wanita susah hamil. Yuk, simak ulasan berikut ini untuk informasi lebih lengkapnya:

1. Kondisi endometriosis

Perlu kamu ketahui ternyata masalah kesuburan wanita juga menjadi penyebab wanita sulit hamil. Endometriosis bisa terjadi saat jaringan dinding rahim tumbuh bagian luar rahim.

Jaringan yang tumbuh pada indung telur nantinya bisa mengakibatkan infertilitas pada seorang wanita. Hampir sebagian wanita mengalami masalah kesuburan setelah mereka menikah.

2. Siklus menstruasi buruk

Ketika siklus menstruasi memburuk maka hal tersebut juga berpengaruh terhadap kesuburan wanita. Sebetulnya hal tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya gangguan masa ovulasinya.

Alangkah baiknya segera memeriksakan diri ke dokter supaya nantinya bisa memperoleh solusi atas permasalahan tersebut.

3. Umur yang tidak lagi muda

Bertambahnya usia pada seorang wanita ternyata menyebabkan menurunnya sebuah fungsi, kualitas maupun kuantitas dari sel telur. Inilah mengapa wanita begitu susah hamil padahal masalah haidnya terbilang lancar. 

Biasanya sel telur yang berkurang kualitasnya terjadi pada wanita dengan usia mulai dari 30 tahun. Meskipun begitu ternyata ada pula wanita yang mengalami kondisi seperti itu ketika berada di usia 40 tahun. Inilah mengapa wanita disarankan supaya mereka tidak melakukan promil saat usianya sudah berada di atas 35 tahun.

4. Gaya hidup terbilang kurang sehat

Penyebab susah hamil ternyata juga dikarenakan gaya hidup tidak sehat. Apalagi jika kamu melakukan kebiasaan seperti begadang, merokok maupun minum alkohol. Bahkan pola diet yang terbilang buruk juga menjadi salah satu pemicu susah hamil. 

Kebiasaan hidup yang buruk ternyata menjadikan tubuh harus kekurangan asupan zat penting. Adapun zat tersebut meliputi zat besi, zinc maupun vitamin B 12. 

5. Jarang melakukan hubungan seksual

Pembuahan terjadi saat pasangan suami istri melakukan hubungan seksual saat masa suburnya tiba. Frekuensi hubungan seksual yang terbilang jarang tentu saja melewatkan masa subur wanita. 

Hingga akhirnya pembuahan pun tidak terjadi. Alangkah baiknya kamu melakukan hubungan seksual saat masa subur tiba jika memang berkeinginan memiliki momongan.

6. Kualitas sperma memburuk

Memang cukup banyak sekali faktor yang menjadikan wanita begitu sulit hamil. Dimana faktor tersebut bisa juga datang dari kondisi pria. Dimana kualitas spermanya sudah memburuk sehingga kamu begitu sulit untuk hamil. Biasanya hal tersebut dikarenakan kebiasaan buruk pria yakni minum alkohol bahkan merokok.

Itulah tadi beberapa penyebab susah hamil pada seorang wanita yang perlu anda ketahui. Sebetulnya masih banyak sekali lainnya. Di atas hanya sebagian besarnya saja dan semoga bisa memperluas pengetahuan kamu.