Bodrex Tablet Obat untuk Apa? Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

  • July 29, 2021

Bodrex tablet adalah obat untuk meringankan rasa nyeri, seperti sakit kepala dan sakit gigi, serta menurunkan demam. Obat ini mengandung zat aktif paracetamol dan caffeine.

Paracetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang umum digunakan untuk mengobati sakit dan nyeri. Zat aktif ini dapat dikombinasikan dengan obat penghilang rasa sakit lain.

Bodrex tablet adalah obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter.

Manfaat dan cara kerja obat

Manfaat Bodrex tablet dapat diketahui dengan membedah kandungan zat aktif di dalamnya. Ada paduan formula paracetamol dan kafein yang bisa Anda dapatkan dengan konsumsi obat Bodrex. 

Paracetamol berperan sebagai pereda nyeri, hampir sama dengan aspirin atau ibuprofen dalam meredakan nyeri dan demam ringan hingga sedang. Perbedaannya, paracetamol tidak memiliki efek antiinflamasi atau antiperadangan.

Sementara itu, kafein adalah stimulan ringan yang membantu mengurangi kelelahan. Zat ini juga dianggap mampu meningkatkan efek penghilang rasa sakit dari paracetamol.

Berikut sejumlah manfaat umum dari penggunaan Bodrex:

  • Meringankan sakit kepala
  • Meringankan sakit gigi
  • Menurunkan demam

Paracetamol meredakan rasa sakit dengan cara mengurangi produksi prostaglandin di otak dan sumsum tulang belakang. Prostaglandin adalah hormon alami tubuh yang menyebabkan saraf peka terhadap rasa sakit.

Dengan mengurangi produksi prostaglandin, maka ambang rasa sakit akan meningkat.

Selain itu, paracetamol mengurangi demam dengan cara memengaruhi area otak yang mengatur suhu tubuh kita, yaitu pusat pengatur panas hipotalamus.

Kafein sendiri digunakan untuk mengobati kelelahan atau kantuk, serta meningkatkan efek beberapa obat pereda nyeri. Caffeine termasuk dalam kelompok obat stimulan sistem saraf pusat (SSP).

Komposisi obat

  • Paracetamol 600 mg
  • Kafein 50 mg

Dosis obat

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 tablet sebanyak 3-4 kali/hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½-1 tablet 3-4 kali/hari

Efek samping

  • Pusing atau sakit kepala
  • Istirahat dan tidur yang cukup akan membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu yang lama, bangun dan sering-seringlah bergerak.
  • Kerusakan fungsi hati jika dikonsumsi dalam dosis besar dan jangka panjang
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Merasa gugup atau cemas
  • Mual

Kontraindikasi

  • Pasien yang alergi terhadap paracetamol atau kafein
  • Penderita gangguan fungsi hati yang berat

Interaksi obat

  • Obat antidiabetes exenatide, lixisenatide, dan liraglutide
  • Penggunaan bersama dapat memperlambat penyerapan paracetamol ke dalam aliran darah.
  • Obat antikoagulan, seperti warfarin
  • Jika sedang mengonsumsi obat antikoagulan, seperti warfarin, mengonsumsi paracetamol untuk meredakan nyeri atau demam sesekali diperbolehkan. 

Demikian informasi lengkap mengenai manfaat Bodrex tablet, komposisi, dan efek samping yang perlu Anda waspadai. 

Cara Pemberian Obat Paratenza yang Tepat Kepada Buah Hati

  • June 10, 2021

Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan Ayah dan Bunda. Ketika sang buah hati demam, orangtua baru mungkin akan panik dan mencari segala cara agar kondisi si kecil membaik. 

Paratenza Sirup adalah obat yang berkhasiat untuk menurunkan demam serta mengatasi batuk dan pilek pada anak. Sayangnya masih banyak orang tua yang belum memahami cara penggunaan obat dan dosis yang tepat. 

Kandungan obat Paratenza Sirup

Paratenza Sirup mengandung komposisi aktif sebagai berikut:

  • Paracetamol 250 mg
  • Dekstrometorfan HBr 7,5 mg
  • Pseudoefedrin HCl 15 mg 
  • Klorfeniramin maleat (CTM) 1 mg/5 ml

Paracetamol bekerja sebagai zat penurun demam (antipiretik) dan pereda nyeri (analgetik) untuk meringankan nyeri akibat flu. 

Pseudoephedrin HCl sebagai dekongestan untuk mengatasi pilek, sementara dekstrometorfan HBr membantu meredakan batuk kering, dan CTM untuk meredakan reaksi alergi seperti bersin-bersin sekaligus sebagai dekongestan. 

Paratenza juga dapat digunakan untuk mengobati batuk tidak berdahak dan kondisi diantaranya:

  • Alergi serbuk bunga
  • Tenggorokan gatal
  • Syok anafilaktik
  • Rinitis
  • Uritakaria

Bolehkah bayi diberikan Paratenza?

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration atau FDA) menyarankan untuk tidak memberi anak di bawah usia dua tahun obat batuk atau pilek OTC (obat yang dijual bebas di pasaran). 

Sementara itu American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan obat flu yang dijual bebas untuk anak di bawah usia 4 tahun. 

Hal ini dikarenakan kebanyakan obat batuk, termasuk untuk anak-anak, mengandung kategori obat yang tidak dianjurkan diantaranya:

  1. Ekspektoran batuk

Guaifenesin dan aspirin merupakan dua bahan yang banyak terkandung dalam obat batuk. Aspirin tidak boleh diberikan kepada bayi dan anak-anak karena dikaitkan dengan sindrom Reye, kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan pada otak dan hati.  

  1. Acetaminophen

Acetaminophen termasuk dalam golongan obat antipiretik dan analgesik. Penggunaan secara berlebih atau dosis tinggi dapat menyebabkan racun bagi hati.

  1. Antihistamin 

Antihistamin, seperti chlorpheniramine, brompheniramine, dan diphenhydramine dapat menyebabkan rasa kantuk serta agitasi dan halusinasi. 

Obat-obatan lain yang tidak aman bagi bayi dan anak-anak yaitu obat penekan batuk dekstrometorfan dan dekongestan seperti pseudoefedrin dan fenilefrin. 

Namun Paratenza Sirup diklaim aman digunakan untuk anak berusia 2 tahun hingga diatas 12 tahun dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak usia 2-5 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali sehari, sebaiknya diminum setelah makan
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali sehari, sebaiknya diminum setelah makan
  • Dewasa dan anak diatas 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali sehari, sebaiknya diminum setelah makan 

Efek samping obat

Paratanza sirup dapat menyebabkan efek samping seperti kantuk, gangguan pencernaan, insomnia, dan gelisah. 

Temui dokter jika anak Anda memperlihatkan gejala efek samping serius, antara lain:

  • Sesak dada
  • Kelemahan otot
  • Dering di telinga
  • Penglihatan kabur
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Perubahan nafsu makan
  • Ruam kulit
  • Mual dan muntah

Catatan

Hanyak karena obat batuk atau pilek tersedia tanpa resep bukan berarti anak digunakan dalam segala situasi. Paratenza Sirup sendiri merupakan obat bebas terbatas sehingga penggunaannya harus sesuai dengan kemasan atau sesuai anjuran dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya. 

Untuk mengatasi demam pada bayi dan anak-anak, Anda bisa melakukan cara alami seperti mencukupi kebutuhan cairannya dengan memberikan ASI pada bayi, dan air mineral atau susu formula bagi anak di atas 6 bulan.