Apa Itu Penyakit Albuminuria dan Bagaimana Mengetahui Gejalanya?

  • September 17, 2021

Penyakit albuminuria atau biasa disebut dengan ‘ginjal bocor’ merupakan salah satu gangguan pada ginjal. Ginjal penderita albuminuria akan mengeluarkan protein dalam urin dalam jumlah yang terlalu banyak atau berlebihan, kondisi ini disebut dengan proteinuria.

Keluarnya protein dalam urin tersebut dipicu oleh kerusakan pada pembuluh darah kecil atau glomerulus yang terdapat pada ginjal. Hal ini menyebabkan kinerja glomerulus menurun dan tidak mampu menyaring darah secara optimal. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, terutama sistem ekskresi. 

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada ketika muncul rasa nyeri di area sekitar ginjal dan perut. Memang ketika Anda merasakan ketidaknyamanan pada area ginjal, belum pasti gangguan tersebut adalah albuminuria. Namun tidak ada salahnya untuk waspada dengan memperhatikan gejala atau tanda penyakit albuminuria sebagai berikut.

Ginjal bocor adalah sebutan "akrab" dari kondisi proteinuria.

1. Urin Berbusa

Salah satu pertanda atau gejala jika Anda terjangkit albuminuria adalah terdapatnya buih-buih pada urin. Buih pada urin tersebut dihasilkan dari sejumlah protein yang terbuang. Semakin banyak buih yang dapat Anda temukan dalam urin, semakin tinggi pula kandungan protein yang gagal tersaring oleh glomerulus sehingga keluar secara berlebihan dari ginjal. Intensitas buih pada urine sangat perlu diperhatikan dari hari ke hari.

Selain buih atau busa pada urin, perhatikan juga apakah air urin berwarna normal atau kuning pekat. Biasanya, selain urin yang berbusa, warna urin yang terlalu pekat juga menandakan ginjal yang kurang sehat. Jadi, jika urin Anda mengalami ciri-ciri seperti berbusa, berwarna pekat, atau kondisi yang kurang baik lainnya, Anda dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Konsultasikan semua keluhan Anda untuk mendapatkan penanganan segera.

2. Muncul Edema 

Gejala penyakit albuminuria yang penting untuk Anda cermati berikutnya adalah munculnya edema. Edema atau pembekakan pada bagian tubuh seperti tangan, kaki, perut, wajah, atau mata dapat juga menjadi salah satu gejala dari penyakit albuminuria. Hal ini dikarenakan penderita albuminuria kehilangan banyak protein dalam darah.

Berkurangnya kadar protein dalam darah memberikan efek terhadap tampilan fisik tubuh, salah satunya adalah pembengkakan atau edema. Pembengkakan tersebut dipicu juga oleh adanya cairan yang menimbun di dalam tubuh. Selain berkonsultasi dengan dokter, Anda perlu juga mencermati area-area mana saja yang mengalami pembengkakan, serta berapa lama pembengkakan tersebut berlangsung.

3. Mudah Lelah

Gejala yang satu ini mungkin merupakan gejala yang sangat umum. Hal ini lazim terjadi ketika tubuh mengalami gangguan atau terjangkit penyakit, maka tubuh akan merespons dengan kondisi yang tidak fit, mudah untuk lelah, dan sulit untuk berkonsentrasi. Kinerja ginjal yang semakin memberat diakibatkan oleh pengeluaran zat protein yang tak terkendali sehingga membuat tubuh menjadi lemah dan tidak berenergi. Untuk membantu menangani gejala yang satu ini, Anda dapat mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup serta beristirahat sesuai dengan kebutuhan fisik.

Memang pada beberapa kasus, albuminuria atau ‘ginjal bocor’ tidak selalu menampakan berbagai gejala tertentu. Ada sebagian orang yang tidak mengalami semua gejala secara signifikan namun kemudian setelah dilakukan pemeriksaan barulah menyadari bahwa dirinya mengalami penyakit albuminuria. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda mengalami albuminuria atau tidak adalah dengan berkonsultasi langsung kepada dokter dan melakukan pemeriksaan terkait. 

Apa Penyebab Tenggorokan Gatal dan Batuk

  • July 30, 2021

Kamu tentu pernah mengalami rasa gatal di tenggorokan saat batuk. Memang,  tenggorokan gatal dan batuk merupakan penyakit yang sering dialami banyak orang. Biasanya kondisi ini terjadi ketika mengalami batuk kering. 

Sebenarnya, batuk bertujuan untuk menghilangkan lendir dan zat iritasi lainnya yang menyebabkan tenggorokan gatal. Namun, pada beberapa kasus, rasa gatal di tenggorokan tidak akan selalu bisa hilang.

Batuk 100 hari disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis

Batuk yang disebabkan oleh infeksi ringan biasanya menyebabkan gatal pada tenggorokan. Bahkan, rasa gatal masih bisa tertinggal meski batuk sudah sembuh. Beberapa orang bahkan mengalami suara menjadi serak serta kesulitan bicara saat tenggorokan gatal dan batuk. Lalu, apa yang menyebabkan tenggorokan gatal saat batuk?

Tenggorokan Gatal Saat Batuk

Batuk adalah hal normal yang biasa terjadi pada tubuh secara refleks ketika ada benda asing yang masuk ke tenggorokan. Kondisi ini juga merupakan gangguan kesehatan yang paling umum terjadi. Dengan batuk, tubuh akan mengeluarkan benda asing dalam tenggorokan, baik virus, bakteri, maupun allergen. 

Namun, batuk karena benda asing masuk dan gangguan kesehatan memiliki perbedaan. Batu yang terjadi karena refleks tidak akan terjadi terus menerus. Jika tenggorokan gatal dan batuk terus terjadi berkelanjutan, bisa jadi ini adalah tanda penyakit serius.

Ketika batuk disebabkan oleh infeksi ringan seperti flu atau batuk alergi, masalah ini bisa disembuhkan lebih cepat. Namun, terkadang, kondisi ini dapat dibarengi dengan rasa gatal di tenggorokan. Bahkan, tenggorokan gatal dapat membuat tidak enak saat menelan, suara menjadi serak, atau kehilangan suara. Berikut beberapa penyebab tenggorokan gatal dan batuk.

  1. Adanya Infeksi

Salah satu yang menyebabkan tenggorokan gatal dan batuk adalah adanya infeksi yang menyerang. Pada kasus serius, batuk bisa saja disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Infeksi yang terjadi pun biasanya ditandai dengan rasa gatal dan sakit tenggorokan saat batuk. Perlu diingat, kondisi batuk ini tidak bisa disepelekan karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius. 

  1. Ada Gejala Asam Lambung

Jika kamu memiliki asam lambung atau GERD (asam lambung naik), maka kamu dapat mengalami tenggorokan gatal dan batuk. Hal ini karena produksi cairan asam mempermudah kinerja sistem pencernaan. Hanya saja saat asam yang diproduksi terlalu banyak, kamu akan mengalami gangguan asam lambung atau GERD. 

  1. Alergi

Alergi debu, asap rokok, polusi udara, atau zat iritan lainnya, maka dapat menyebabkan tenggorokan gatal dan batuk. Meski demikian, reaksi dari alergi setiap orang berbeda-beda. Gejala alergi ini dapat hilang dan muncul bersamaan atau bergantian. Jadi, bukan hal yang mustahil jika kamu merasakan gatal di tenggorokan. 

  1. Ada Lendir yang Menumpuk

Saat batuk berdahak atau batuk kering yang disertai pilek, biasanya tenggorokan gatal saat batuk. Bahkan tenggorokan gatal tetap tinggal meski batuk telah sembuh. Kemungkinan ini disebabkan oleh lendir atau dahak yang menumpuk di saluran napas. 

Lendir akan menetes di belakang tenggorokan dan menyebabkan gatal dan kering di tenggorokan. Kondisi ini biasa dikenal dengan post-nasal drip dan umum terjadi meski telah sembuh dari flu.Itu tadi beberapa penyebab tenggorokan gatal dan batuk. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi kondisi ini seperti minum madu, berkumur dengan air garam, dan semacamnya. Jika tenggorokan gatal dan batuk terus berlanjut, jangan ragu untuk segera memeriksanya pada dokter.