Konicare Minyak Kayu Putih Plus, Apanya yang Spesial?

  • October 22, 2021

Konicare Minyak Kayu Putih termasuk ke dalam daftar produk ekstrak tanaman Melaleuca leucadendra yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia. Dibayang-bayangi produk lain sebagai kompetitor, PT Konimex, melalui Konicare terus berinovasi untuk dapat bertahan di lini ini.

Salah satu inovasi yang dilakukan adalah merilis Konicare Minyak Kayu Putih Plus. Perlu diketahui bahwa saat ini, ketika kamu membaca artikel ini, Konicare Minyak Kayu Putih Plus bukanlah produk baru. Lema “inovasi” di atas diarahkan ke kebijakan Konicare dalam merilis produk minyak kayu putih dengan tambahan bahan lain.

Jika Konicare Minyak Kayu Putih punya komposisi hanya Oleum cajuputi saja, Konicare Minyak Kayu Putih Plus dilengkapi dengan Oleum lavandulae atau minyak lavender sebanyak 27,24 miligram; Oleum geranii atau minyak geranium dengan komposisi atau kandungan yang sama, yakni 27,24 miligram.

Setelah itu, di dalam Konicare Minyak Kayu Putih Plus juga terdapat Oleum cocos atau minyak kelapa murni. Kandungan minyak kelapa murni ini sebanyak 308,72 miligram. Tentu saja, kandungan Oleum cajuputi atau minyak kayu putih sendiri paling dominan di sini, yakni ada di angka 544,8 miligram. Oh, ya, perlu digarisbawahi bahwa jumlah kandungan tersebut valid untuk kemasan 125 mililiter. 

Tentu saja, varian komposisi atau bahan yang digunakan ini membuat Konicare Minyak Kayu Putih Plus harus dijual dengan harga yang sedikit lebih mahal ketimbang Konicare Minyak Kayu Putih. Dari situs resminya, diketahui kalau dengan kemasan yang sama, yakni 125 mililiter, minyak kayu putih saja cuma Rp45.400. 

Sementara minyak kayu putih plus dibanderol 52.100 ribu rupiah. Adapun mana yang paling baik di antara keduanya, tentu saja kembali ke preferensi dan kebutuhan masing-masing person. Terkadang, ada saja orang yang alergi terhadap satu bahan atau senyawa tertentu. Semisal seseorang alergi terhadap salah satu bahan aktif yang ada di dalam Konicare Minyak Kayu Putih Plus, tentu saja, sebaik apa pun klaim dan manfaatnya, faktanya produk itu tetap tidak bagi orang tersebut.

  • Sedikit mengenal tanaman kayu putih

Tentu kita, bagi yang tahu tentunya, sudah tahu bahwa minyak kayu putih berasal dari tanaman kayu putih. Ya, kalimat sebelumnya adalah contoh kalimat yang tidak efektif. Penulis sepertinya harus mengoleskan sedikit minyak kayu putih di kepala bagian samping agar kembali fokus menyelesaikan tulisan ini.

Oke. Serius. Di Indonesia, ada dua kayu putih yang tumbuh dengan subur dan sama-sama bisa dimanfaatkan untuk diambil minyaknya. Dua jenis kayu putih yang dimaksud adalah Melaleuca cajuputi dan Melaleuca leucadendra.

Tahukah kamu kalau sebenarnya, secara ilmiah, kayu putih merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok “kormus”. Mudah saja membuktikan kenyataan itu, sebab kayu putih punya tiga bagian yang jelas; yakni radix atau akar, caulis atau batang, dan folius atau daun. Daun kayu putih sendiri sebenarnya dapat dikatakan sebagai sesuatu yang “tidak sempurna” sebab ia cuma memiliki dua bagian; tangkai atau petiolus serta helaian daun itu sendiri atau biasa disebut lamina.

Nah, tapi dari ketidaksempurnaan itulah minyak kayu putih dengan ragam manfaatnya bagi tubuh hadir. Daun kayu putih inilah yang diekstrak untuk dapat menghasilkan minyak kayu putih. Kembali ke Konicare Minyak Kayu Putih, dengan menggunakannya, kita bisa mendapat manfaat ekstrak daun minyak kayu putih itu, mulai dari rasa hangat pada tubuh, terhindar dari kembung, masuk angin, serta terlindung dari gigitan serangga.

Dzakwan

E-mail : admin@evilinsides.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*